0813 6441 1100 pp@pergabi.id

Jakarta, 11 Agustus 2026 – Suasana hening dan penuh kekhusyukan kembali menyelimuti ruang virtual PUBANTARA (Puja Bakti Nusantara) yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Guru Agama Buddha Indonesia (PERGABI) pada Selasa malam (11/8). Memasuki pelaksanaan yang keenam, PUBANTARA terus menjadi ruang spiritual yang mempertemukan umat Buddha dari berbagai daerah di Indonesia untuk bersama-sama memanjatkan doa, memperkuat keyakinan, dan menumbuhkan kepedulian kepada sesama.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai provinsi, mulai dari guru Pendidikan Agama Buddha, pengurus PERGABI, keluarga yang sedang berduka, hingga umat Buddha yang ingin turut mengirimkan doa kebajikan.

Puja Bakti PUBANTARA #6 dipimpin Brui Mutamang, S.Ag., M.Pd.B., diikuti umat Buddha dari berbagai daerah melalui Zoom.

Mendoakan Dua Keluarga yang Berduka

Pada PUBANTARA edisi keenam ini, doa bersama dipersembahkan bagi dua keluarga yang sedang mengalami masa duka, yaitu:

  • Tiga Hari Mendiang Ibu Chao Xiu Tjin (Siok Kheng)
  • Tujuh Hari Mendiang Bapak Karsono

Melalui lantunan paritta suci dan pelimpahan jasa kebajikan, seluruh peserta memanjatkan harapan agar jasa kebajikan yang dilakukan menjadi sebab bagi perjalanan yang baik bagi para mendiang serta memberikan ketabahan dan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Dipimpin dengan Khidmat oleh Ibu Brui Mutamang, S.Ag., M.Pd.B

Puja bakti dipimpin oleh Brui Mutamang, S.Ag., M.Pd.B., Ketua Bidang Sosial PP PERGAGI yang dengan penuh ketenangan mengajak seluruh peserta memasuki suasana batin yang damai. Lantunan paritta yang dibacakan bersama menghadirkan nuansa spiritual yang mendalam meskipun seluruh peserta berada di tempat yang berbeda-beda.

Dalam suasana tersebut, peserta diajak untuk mengembangkan mettā (cinta kasih), karuṇā (welas asih), serta mengingat hakikat kehidupan yang senantiasa mengalami perubahan sebagaimana ajaran Buddha tentang  anicca.

Dhamma Desana oleh Rustam, S.Ag., mengajak umat menghadapi perpisahan dengan memahami ketidakkekalan dan memperbanyak kebajikan.

MC Sukartono, S.Pd.B Menjaga Jalannya Acara

Rangkaian kegiatan dipandu dengan baik oleh Bapak Sukartono, S.Pd.B. anggota Bidang Kerohanian selaku pembawa acara. Dengan pembawaan yang tenang dan komunikatif, beliau mengarahkan setiap sesi sehingga berlangsung tertib, hangat, dan penuh penghormatan kepada keluarga yang sedang berduka.

Kehadiran MC yang komunikatif menjadikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar dari awal hingga penutupan.

Dhamma Desana: Menghadapi Perpisahan dengan Kebijaksanaan

Puncak kegiatan diisi dengan *Dhamma Desana* yang disampaikan oleh *Bapak Rustam, S.Ag*, Ketua Bidang Organisasi PP PERGABI. Dalam penyampaian Dhamma, beliau mengajak peserta memahami bahwa setiap kehidupan tidak dapat dipisahkan dari hukum *_Anicca_*, yakni ketidakkekalan.

Beliau mengingatkan bahwa kehilangan orang yang dicintai merupakan pengalaman yang menyentuh hati setiap manusia. Namun, melalui pemahaman Dhamma, seseorang diajak untuk menerima kenyataan hidup dengan kebijaksanaan, memperbanyak kebajikan, serta menjadikan peristiwa duka sebagai momentum memperkuat praktik spiritual.

“Kebajikan yang dilakukan dengan tulus bukan hanya menjadi penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan terbaik kepada mereka yang telah berpulang,” menjadi pesan yang menguatkan seluruh peserta malam itu.

Menyatukan Umat Buddha dari Berbagai Daerah

Menariknya, PUBANTARA tidak hanya diikuti secara individu dari rumah masing-masing. Beberapa peserta tampak mengikuti puja bakti secara bersama-sama dari vihara maupun kediaman keluarga, sehingga suasana kebersamaan tetap terasa meskipun berlangsung secara daring.

Kehadiran peserta dari berbagai wilayah menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi jembatan untuk mempererat persaudaraan umat Buddha di seluruh Indonesia.

Sukartono, S.Pd.B., anggota Bidang Kerohanian PP PERGABI, bertugas sebagai MC dalam PUBANTARA #6.

PUBANTARA, Wujud Kepedulian PERGABI

PUBANTARA merupakan salah satu program pelayanan spiritual PERGABI yang secara rutin dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian kepada keluarga guru Pendidikan Agama Buddha maupun umat Buddha yang sedang mengalami kedukaan.

Melalui kegiatan ini, PERGABI tidak hanya menjalankan fungsi organisasi profesi, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai Buddhis berupa kebersamaan, empati, dan saling menguatkan di tengah masyarakat.

Semangat gotong royong spiritual inilah yang menjadikan PUBANTARA terus mendapat sambutan hangat dari berbagai daerah dan menjadi wadah mempererat tali persaudaraan dalam Dhamma.

Keluarga besar PERGABI bersatu dalam doa dan pelimpahan jasa bagi Mendiang Ibu Chao Xiu Tjin dan Mendiang Bapak Karsono.

Menyalakan Cahaya Kebajikan

Di tengah kehidupan yang penuh ketidakpastian, PUBANTARA mengingatkan bahwa kebajikan tidak mengenal batas ruang dan waktu. Meskipun dipisahkan oleh pulau, kota, dan jarak, hati yang dipenuhi cinta kasih dapat bertemu dalam satu tujuan mulia: mengirimkan doa, menumbuhkan kebajikan, dan menghadirkan kedamaian bagi semua makhluk.

Sebagaimana ajaran Buddha:

Sabbe sattā bhavantu sukhitattā.”
Semoga semua makhluk hidup berbahagia.

Sadhu. Sadhu. Sadhu.