Dalam rangka memperingati Hari Tri Suci Waisak 2570 Buddhis Era, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah menggelar acara Sannipata Waisak 2026. Kegiatan akbar ini berlangsung dengan penuh khidmat, kedamaian, dan kebersamaan di Auditorium Majeng, dihadiri oleh jajaran pejabat kementerian, tokoh agama Buddha, para penyuluh, guru Agama Buddha dari berbagai wilayah di Jawa Tengah.
Mengusung semangat kerukunan, rangkaian acara dirancang secara apik, memadukan kekayaan spiritualitas Buddha dengan keluhuran budaya nusantara.
Rangkaian Khidmat Agenda Kegiatan

Pembacaan Dhammapada: Suasana auditorium mendadak hening dan penuh kedamaian saat Siti Purwati, S.Pd.B (Penyuluh Agama Buddha Kab. Semarang) mengumandangkan ayat-ayat suci Dhammapada. Lantunan bait-bait kebijaksanaan tersebut mengalun khidmat, membawa pesan moral dan spiritual yang mendalam bagi seluruh hadirin.

Doa Keselamatan: Guna memohon berkah, kedamaian, dan keselamatan bagi bangsa dan negara, doa bersama dipimpin dengan penuh syahdu oleh Bhikkhu Cattamano Mahathera.

Laporan Ketua Panitia: Acara diawali dengan laporan dari Pembimas Buddha Jawa Tengah, Karbono, S.Ag., M.Pd.B. Dalam laporannya, beliau menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi seluruh pihak yang terlibat serta menekankan pentingnya momentum Sannipata (pertemuan agung) ini sebagai sarana mempererat tali silaturahmi dan memperkokoh kerukunan umat.

Sambutan Kakanwil Kemenag Jateng: Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Dr. H. Saiful Mujab, M.A, memberikan sambutan hangat dari atas podium. Beliau mengapresiasi kontribusi aktif umat Buddha dalam menjaga harmoni dan perdamaian di Jawa Tengah, sejalan dengan moderasi beragama yang terus digaungkan oleh Kementerian Agama.

Pesan Dhamma (Dhamma Desana): Puncak siraman rohani disampaikan oleh tokoh spiritual yang sangat dihormati, Bhikkhu Sri Pannavaro Mahathera. Dalam Pesan Dhamma-nya, beliau mengajak umat untuk senantiasa mempraktikkan ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari, menjaga pikiran, serta menebarkan cinta kasih demi terciptanya perdamaian dunia.
Harmoni Seni dan Budaya

Tidak hanya kaya akan nilai spiritual, Sannipata Waisak 2026 ini juga disemarakkan oleh pertunjukan seni tari tradisional dan kontemporer yang bernuansa Buddhis. Para penari tampil memukau mengenakan pakaian adat tradisi setempat serta kostum putih yang melambangkan kesucian, memperagakan gerak tari yang anggun sebagai bentuk persembahan dan rasa syukur atas nilai-nilai Dharma.

Sinergi dan Kebersamaan
Acara ditutup dengan sesi foto bersama di atas panggung utama. Seluruh panitia, penyuluh agama, beserta jajaran pejabat Kanwil Kemenag Jateng berbaur menjadi satu dalam senyuman dan gestur anjali, mencerminkan kesuksesan gotong royong dan tekad bersama untuk terus mengawal kerukunan umat beragama di Jawa Tengah.

Melalui momentum Sannipata Waisak 2570 BE ini, Kanwil Kemenag Jateng kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi rumah yang aman, damai, dan harmonis bagi seluruh umat beragama.
Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Semoga semua makhluk berbahagia.