0813 6441 1100 pp@pergabi.id

Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat (02/10/2026) – Perkumpulan Guru Agama Buddha Indonesia (PERGABI) Provinsi Nusa Tenggara Barat menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda) I PERGABI Provinsi NTB yang dirangkaikan dengan Musyawarah Cabang (Muscab) I PERGABI Lombok Barat, Kota Mataram, dan Lombok Utara. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Kegiatan Musda dan Muscab ini menjadi momentum penting bagi para guru agama Buddha di Nusa Tenggara Barat dalam memperkuat organisasi, membangun soliditas, serta menyusun arah gerak PERGABI dalam meningkatkan profesionalisme dan kompetensi guru agama Buddha.

Kegiatan diawali dengan suasana musyawarah yang penuh semangat kebersamaan. Para peserta dari berbagai wilayah hadir untuk mengikuti rangkaian agenda organisasi, mulai dari penyampaian arahan, pembahasan organisasi, hingga proses pemilihan dan penetapan kepengurusan.

Dalam kesempatan tersebut, Pembimas Buddha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat, Aryadi Satiawira, S.H., memberikan sambutan

Pembimas Buddha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat, Aryadi Satiawira, S.H., saat memberikan kata sambutan.

sekaligus pengarahan. Dalam arahannya, keberadaan organisasi profesi seperti PERGABI diharapkan dapat menjadi ruang bersama bagi para guru agama Buddha untuk membangun komunikasi, meningkatkan kompetensi, memperkuat profesionalitas, serta memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan pendidikan agama Buddha di Nusa Tenggara Barat.

PERGABI juga diharapkan tidak hanya menjadi wadah administratif organisasi, tetapi mampu menjadi rumah bersama bagi guru agama Buddha dalam bertukar pengalaman, mengembangkan inovasi pembelajaran, meningkatkan kualitas pendidikan, serta memperkuat nilai-nilai Buddhis dalam dunia pendidikan.

Joni Pranata Wakili PP PERGABI

Joni Pranata, S.Pd.B., M.Pd., Gr. mewakili PP PERGABI memberikan sambutan sekaligus melantik kepengurusan terpilih.

Rangkaian Musda dan Muscab semakin bermakna dengan hadirnya perwakilan Pengurus Pusat (PP) PERGABI, yaitu Joni Pranata, S.Pd.B., M.Pd., Gr. yang memberikan sambutan sekaligus melaksanakan pelantikan kepengurusan terpilih.

Dalam sambutannya, Joni Pranata menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan profesionalisme dalam menjalankan roda organisasi. Menurutnya, terbentuknya kepengurusan di tingkat daerah dan cabang merupakan langkah awal untuk membangun organisasi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi para guru agama Buddha.

Pelantikan tersebut menjadi simbol dimulainya tanggung jawab baru bagi para pengurus terpilih untuk menjalankan amanah organisasi sekaligus mengembangkan program kerja yang sesuai dengan kebutuhan guru agama Buddha di daerah.

“PERGABI harus menjadi ruang bersama untuk bertumbuh, belajar, dan bergerak bersama. Organisasi ini harus mampu memberikan manfaat bagi guru, peserta didik, dan perkembangan pendidikan agama Buddha,” demikian semangat yang mengemuka dalam rangkaian kegiatan tersebut.

 Pratama  Eka Putra Terpilih sebagai Ketua PD PERGABI NTB

Ketua Terpilih, Pratama Eka Putra, S.Ag. sebagai Ketua Pengurus Daerah (PD) PERGABI Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Musyawarah Daerah I PERGABI Provinsi Nusa Tenggara Barat menghasilkan kepengurusan baru.  Pratama Eka Putra, S.Ag. terpilih sebagai Ketua Pengurus Daerah (PD) PERGABI Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Terpilihnya kepengurusan daerah diharapkan menjadi tonggak baru bagi konsolidasi guru agama Buddha di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat. Dengan adanya kepengurusan daerah, koordinasi antar-guru dan pengurus cabang diharapkan semakin terarah sehingga berbagai program peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Musyawarah Cabang I yang dilaksanakan secara bersamaan juga menetapkan para ketua di tiga wilayah, yaitu:

  1. PC PERGABI Lombok Barat: Amirudin, S.Ag.
  2. PC PERGABI Kota Mataram: Rian Gotama Putra, S.Pd.
  3. PC PERGABI Lombok Utara: Sudiartono, S.Pd.B.

Terbentuknya tiga kepengurusan cabang tersebut diharapkan semakin memperkuat jaringan organisasi PERGABI di tingkat kabupaten/kota sekaligus memudahkan koordinasi dan pelaksanaan program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan guru agama Buddha.

Momentum Konsolidasi Guru Agama Buddha

Musda dan Muscab I PERGABI bukan sekadar agenda pemilihan pengurus. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi dan refleksi bersama mengenai tantangan guru agama Buddha di tengah perkembangan dunia pendidikan.

Guru agama Buddha menghadapi tuntutan untuk terus meningkatkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Di tengah perubahan teknologi dan karakter peserta didik, guru dituntut mampu menghadirkan pembelajaran agama Buddha yang relevan, kontekstual, kreatif, dan tetap berlandaskan nilai-nilai Dhamma.

Dalam konteks tersebut, PERGABI memiliki ruang strategis untuk menjadi wadah pengembangan profesionalisme guru. Melalui organisasi, para guru dapat membangun jejaring, berbagi praktik baik, mengembangkan inovasi pembelajaran, serta memperkuat kontribusi pendidikan agama Buddha dalam membentuk generasi yang berkarakter.

PP PERGABI Sambut Baik Terbentuknya Kepengurusan di NTB

Pengurus Pusat (PP) PERGABI menyambut baik terselenggaranya Musyawarah Daerah I PERGABI Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Musyawarah Cabang I di Lombok Barat, Kota Mataram, dan Lombok Utara. Terbentuknya kepengurusan di tingkat daerah dan cabang dinilai menjadi langkah penting dalam memperluas jaringan organisasi sekaligus memperkuat komunikasi dan koordinasi para guru agama Buddha di berbagai wilayah.

Bagi PP PERGABI, hadirnya kepengurusan baru bukan sekadar bertambahnya struktur organisasi, tetapi menjadi awal dari kerja bersama untuk menghadirkan manfaat yang lebih nyata bagi guru agama Buddha. Organisasi diharapkan mampu bergerak aktif, membangun program yang sesuai dengan kebutuhan anggota, serta menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.

PP PERGABI juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Musda dan Muscab I PERGABI NTB. Terbentuknya PD PERGABI NTB bersama tiga PC PERGABI diharapkan menjadi energi baru dalam memperkuat eksistensi organisasi profesi guru agama Buddha sekaligus memperluas kontribusinya terhadap peningkatan mutu pendidikan agama Buddha.

Dengan terbentuknya kepengurusan ini, PP PERGABI berharap komunikasi antara pusat, daerah, dan cabang semakin erat. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya berbagai program pengembangan kompetensi, penguatan profesionalisme guru, serta inovasi pembelajaran yang dapat memberikan dampak langsung bagi guru dan peserta didik.

“Terbentuknya kepengurusan bukanlah akhir dari musyawarah, melainkan awal dari kerja bersama. Semoga PERGABI NTB dapat tumbuh menjadi organisasi yang solid, aktif, dan memberikan manfaat nyata bagi guru agama Buddha serta kemajuan pendidikan agama Buddha,” menjadi semangat yang mengiringi terbentuknya kepengurusan PERGABI di Nusa Tenggara Barat.

Apresiasi untuk Panitia

Kesuksesan pelaksanaan Musda dan Muscab I PERGABI NTB tidak terlepas dari kerja keras panitia yang telah mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan.

Panitia Musda terdiri atas:

Ketua: NASIB, S.H., S.Pd., S.Pd.B., M.Pd., M.Pd.
Sekretaris: Pratama Eka Putra, S.Ag.
Bendahara: Dyah Ayu Erisa, S.Ag.

Kerja panitia menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik, mulai dari persiapan, pelaksanaan musyawarah, hingga prosesi pelantikan pengurus.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kanwil Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat tersebut akhirnya menjadi catatan penting dalam perjalanan organisasi PERGABI di NTB. Terbentuknya Pengurus Daerah PERGABI NTB serta tiga Pengurus Cabang di Lombok Barat, Kota Mataram, dan Lombok Utara menjadi fondasi awal untuk memperkuat peran guru agama Buddha melalui organisasi profesi.

Dengan semangat kebersamaan, profesionalisme, dan pengabdian, PERGABI NTB diharapkan mampu menjadi wadah yang semakin solid dalam mendukung peningkatan mutu guru dan pendidikan agama Buddha di Nusa Tenggara Barat.

Musda I telah melahirkan kepengurusan. Muscab I telah membangun jaringan. Kini saatnya PERGABI bergerak bersama menguatkan guru, meningkatkan kualitas pendidikan, dan menumbuhkan generasi Buddhis yang berkarakter.