PATI, Jawa Tengah – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Pati menjadi momentum membanggakan bagi dunia pendidikan, khususnya bagi keluarga besar umat Buddha. Salah seorang siswa Buddhis berprestasi, Nata Puttaka Dvi Kusalamagga, menerima Piagam Penghargaan dari Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang berlangsung di Alun-alun Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Nata menjadi salah satu dari sekitar 20 siswa berprestasi dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Pati yang memperoleh apresiasi dari pemerintah daerah.
Nata merupakan siswa SDN Ngawen, Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati. Di usianya yang masih belia, ia telah menorehkan sejumlah prestasi dalam berbagai kompetisi Pendidikan Agama Buddha, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, nasional, hingga internasional.
Prestasi tersebut antara lain Juara 2 Lomba Pidato Buddhis pada Sippa Dhamma Samajja Tingkat Kabupaten Pati tahun 2023. Setahun kemudian, Nata berhasil meraih Juara 1 Lomba Dhammavijja pada Sippa Dhamma Samajja Tingkat Kabupaten Pati dan kembali meraih Juara 1 Lomba Dhammavijja pada tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2024.
Prestasinya terus berlanjut pada tahun 2025. Nata berhasil meraih Juara 2 Olimpiade Siswa Buddha Nasional (OSBN) serta masuk TOP 50 International Moral and Ethic Contest (IMEC) Primary Level.
Deretan prestasi tersebut mengantarkan Nata menjadi salah satu pelajar yang mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Pati dalam momentum peringatan kemerdekaan tahun ini.

Nata Puttaka bersama Ibu dan guru pembimbing, Ibu Rukati, S.Ag., M.Pd.B, dan ibunya usai menerima penghargaan atas prestasi yang diraihnya.
Dalam penyerahan penghargaan, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra berpesan agar para siswa terus mempertahankan semangat belajar dan berprestasi. Menurutnya, prestasi yang diraih generasi muda merupakan salah satu bentuk nyata dalam mengisi kemerdekaan.
“Terus jaga dan pertahankan semangat belajar serta berprestasi ini. Inilah bentuk nyata kita dalam mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan. Namun ingat, setinggi apa pun prestasi yang kalian raih, tetaplah menjadi pribadi yang rendah hati,” pesan Risma kepada para penerima penghargaan.
Bagi Nata, penghargaan tersebut menjadi pengalaman yang membahagiakan sekaligus membanggakan. Ia bersyukur dapat menerima apresiasi secara langsung dalam momentum peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.
“Saya sangat bangga dan bersyukur bisa menerima penghargaan ini langsung di Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Terima kasih kepada Plt Bupati Pati, orang tua, serta guru-guru di SDN Ngawen yang selalu mendukung dan membimbing saya hingga bisa meraih prestasi ini,” ungkap Nata.
Di balik prestasi Nata, terdapat peran guru yang terus memberikan pendampingan dan pembinaan. Nata dibimbing oleh Ibu Rukati, S.Ag., M.Pd.B, guru Pendidikan Agama Buddha yang juga menjabat sebagai Ketua PD PERGABI Jawa Tengah.
Pendampingan guru menjadi bagian penting dalam proses pengembangan potensi Nata, terutama dalam mempersiapkan berbagai kompetisi Pendidikan Agama Buddha. Bimbingan tersebut tidak hanya diarahkan pada pencapaian prestasi, tetapi juga pada pembentukan karakter dan pemahaman Dhamma.
Prestasi Nata menjadi contoh bahwa peserta didik Buddhis memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan menunjukkan kemampuan terbaiknya. Dari kompetisi di tingkat daerah hingga panggung nasional dan internasional, ketekunan belajar dan dukungan guru serta keluarga dapat menjadi bekal penting bagi generasi muda Buddhis untuk terus berprestasi.
Penghargaan yang diterima Nata pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pun bukan sekadar sebuah piagam. Lebih dari itu, penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap kerja keras seorang siswa, sekaligus menjadi inspirasi bagi pelajar Buddhis lainnya untuk terus belajar, berlatih, berprestasi, dan tetap rendah hati.